Bogor, 22 Januari 2026 — Fakultas Kedokteran IPB University (FKIPB) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan profesi kedokteran yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan layanan kesehatan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Longitudinal Integrated Clerkship (LIC) sebagai Model Pendidikan Profesi Berbasis Tempat Kerja: Integrasi Akademik dan Layanan Kesehatan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/1) dan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB.
Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan layanan kesehatan, mulai dari akademisi, institusi pendidikan, institusi kesehatan, hingga unsur pemerintahan. Sejumlah institusi yang turut berpartisipasi antara lain Klinik Cimanggis Jaya, Klinik Qita Saja, Klinik Denti Sari, Klinik Kirana, Klinik Annisa Dua, Klinik IPB, Puskesmas Cisolok, RS Annisa, RSI Aysha, Puskesmas Tanah Sareal, Klinik Assalam, Puskesmas Cirimekar, RSUD Leuwiliang, RSUD Kota Bogor, Kementerian Kesehatan, President University, Universitas Indonesia, RSUD Bakti Padjajaran, Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Universitas Jember, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Pasundan, hingga Universitas Gadjah Mada. Kehadiran beragam institusi ini mencerminkan besarnya perhatian terhadap pengembangan model pendidikan profesi yang inovatif dan relevan.
Seminar nasional ini menghadirkan narasumber terkemuka dengan reputasi nasional dan internasional, yakni Prof. Shailendra Prasad, MD., MPH., Ph.D. dari University of Minnesota Twin Cities; Prof. (Ret.) Paul Stuart Worley, MD., Ph.D. dari Flinders University; serta Dr. dr. Yuni Susanti Pratiwi, M.Kes. dan dr. Dwi Agustin, MPH., Ph.D. dari Universitas Padjadjaran. Para narasumber memaparkan konsep, pengalaman, serta praktik terbaik penerapan model Longitudinal Integrated Clerkship (LIC) yang menekankan pembelajaran berbasis tempat kerja dengan integrasi yang kuat antara aspek akademik dan layanan kesehatan.
Kegiatan diawali dengan sesi seminar yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai filosofi LIC, manfaatnya dalam pengembangan kompetensi klinis peserta didik secara berkelanjutan, serta peluang dan tantangan implementasinya dalam sistem pendidikan profesi di Indonesia. Diskusi juga menyoroti pentingnya kesiapan institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung keberhasilan model LIC.
Dekan Fakultas Kedokteran IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM., MMIS., FRANZCOG., Sp.OG., dalam sambutannya menyampaikan bahwa IPB University telah diidentifikasi sebagai salah satu proyek percontohan penerapan LIC. “The last time we had an assessment in LAM-PTKes, we have been identified as one of the so-called pilot. We want to ensure that the LIC is going to be well prepared and well developed, way ahead before we start the program,” ujarnya.
Setelah sesi seminar, kegiatan dilanjutkan dengan workshop paralel yang memberikan ruang diskusi lebih mendalam dan aplikatif bagi para peserta. Workshop ini membahas berbagai isu strategis dan studi kasus penerapan LIC di beragam konteks institusi pendidikan dan layanan kesehatan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sidang pleno yang mempresentasikan hasil diskusi dari masing-masing kelompok.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, FKIPB berharap dapat memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam pengembangan model pendidikan profesi yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.