Bogor, 14 Februari 2026 — Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Bogor menyelenggarakan seminar ilmiah bertajuk “Penanganan Tuberkulosis Terkini dan Paru Kerja” pada Sabtu (14/2/2026) di Gedung Auditorium CCR IPB University. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara IIDI Kabupaten Bogor dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Bogor, serta perhimpunan profesi seperti Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Perhimpunan Dokter Okupasi Indonesia (PERDOKI).
Seminar yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini diikuti oleh 380 peserta yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, serta mahasiswa, dan diselenggarakan secara luring maupun daring. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu tuberkulosis (TB) dan penyakit paru akibat kerja yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Ketua IIDI Kabupaten Bogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata organisasi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara tenaga medis, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat—dalam memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan TB secara komprehensif dan berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM., MMIS., FRANZCOG., Sp.OG. “Acara ini merupakan agenda yang sangat kami apresiasi, terutama kepada para pengurus IIDI yang telah menghadirkan inisiatif yang sangat baik dan relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat saat ini,” ujarnya.
Selain menghadirkan sesi ilmiah yang komprehensif, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Para peserta aktif menggali informasi mengenai tantangan implementasi di lapangan, strategi penanganan terkini, hingga pendekatan promotif dan preventif dalam pengendalian TB dan paru kerja.
Seminar turut diselingi penampilan angklung yang melibatkan peserta dan diiringi nyanyian dari tim Saung Lege Hejo Cisarua, menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, diharapkan kapasitas tenaga kesehatan semakin meningkat serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengendalian tuberkulosis dan penyakit paru kerja dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.