Bogor, 5 Januari 2026 — Fakultas Kedokteran IPB University (FKIPB) terus memperkuat langkah strategis dalam pengembangan akademik dan keilmuan. Pada Senin (5/1), FKIPB menyelenggarakan pertemuan penataan pengembangan keilmuan dan persiapan divisi sebagai bagian dari upaya membangun arah pengembangan fakultas yang lebih terstruktur, adaptif, dan berdampak luas.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi FKIPB dalam menata organisasi keilmuan yang selaras dengan visi pengembangan pendidikan kedokteran berbasis sains, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Dalam forum tersebut, FKIPB menetapkan tiga divisi keilmuan utama, yaitu Divisi Ilmu Biomedis, Divisi Ilmu Kedokteran Klinis, dan Divisi Ilmu Sistem Kesehatan. Ketiga divisi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam penguatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FKIPB.
Setiap divisi mulai merumuskan rencana pengembangan keilmuan masing-masing, termasuk strategi peningkatan kualitas pembelajaran, arah riset unggulan, serta peluang kolaborasi lintas disiplin dan mitra eksternal. Penataan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem akademik yang lebih fokus, terintegrasi, dan berorientasi pada solusi.
Dekan FKIPB, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM., MMIS., FRANZCOG., Sp.OG., menegaskan bahwa inovasi dan terobosan menjadi kunci utama dalam pengembangan fakultas. Menurutnya, FKIPB harus mampu menghasilkan gagasan dan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. “Kita harus bisa menghadirkan inovasi dan terobosan yang relevan dengan industri dan masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh 33 peserta yang terdiri atas pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan FKIPB. Melalui kegiatan ini, FKIPB berharap dapat memperkuat sinergi antar divisi, memperjelas arah pengembangan keilmuan, serta mendorong peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.