Bogor, 1 April 2026 – Fakultas Kedokteran Gizi (FKGiz) IPB University sukses mengadakan workshop “Programmatic Assessment in Medical Education” pada 30 Maret – 1 April 2026 di Gedung Rektorat IPB University. Kegiatan ini menghadirkan narasumber hebat, diantaranya Prof. Erik Driessen dari Maastricht University, Dr. dr. Yuni Susanti Pratiwi dari Universitas Padjajaran, dan dr. Astrid Prastidina Susito dari Universitas Surabaya. Dalam 3 hari, workshop ini membahas pentingnya penilaian programatik dalam pendidikan kedokteran, mentoring, workplace by assessment, dan perbaikan terus-menerus melalui penelitian.

Pada hari pertama, Prof. Erik Driessen memperkenalkan penilaian programatic diantaranya membahas dua titik utama yang terpenting yakni Assessment of Learning dan Assessment for Learning, hal ini menggambarkan bahwa yang terpenting adalah bagaimana penilaian memberikan kesempatan mereka untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Selain itu, juga dibahas mengenai mentoring khususnya bagaimana menjadi mentor yang dapat membantu mahasiswa untuk berkembang.

Dihari kedua, Dr. dr. Yuni Susanti Pratiwi membahas mengenai Workplace by Assessment, the history and feedback, hal ini dilakukan mulai dari membuka dialog, fokus pada performa, bukan identitas yang selanjutnya bagaimana memberikan feedback yang baik yang fokusnya pada perkembangan mahasiswa.

Di hari ketiga, dr. Astrid Prastidina Susito menjelaskan bagaimana melakukan perbaikan terus menerus mengenai penelitian serta bagaimana mengembangkan riset-riset di bidang pendidikan kedokteran.

Dekan Fakultas Kedokteran IPB, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi semua pihak, “Ini adalah kesempatan yang benar-benar baik untuk belajar bersama, tahun 2027 kita akan memulai latihan klinis pertama dan ini adalah milestone yang sangat penting bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi semua orang yang terlibat. ini adalah salah satu proyek yang banyak fakultas medis di Indonesia menanti-nantikan untuk melihat hasilnya”, ujar nya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan gizi di Indonesia.